Abstract :
Salah satu alat analisis kinerja perusahaan adalah dengan menggunakan rasio keuangan. Rasio keuangan dapat digunakan untuk menganalisis pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan. Keterbatasan rasio keuangan sebagai alat analisis, karena bersifat parsial dimana setiap rasio diuji terpisah, dapat diatasi dengan penggunaan metode Analisis Du Pont dengan melihat sejauh apa tingkat pengembalian terhadap ekuitas perusahaan atau disebut dengan Return On Equity (ROE).
Dari penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa analisis rasio keuangan dengan menggunakan analisis Du Pont yang sudah dimodifikasi, masih tetap andal sebagai alat analisis. Pengalaman PT. XYZ yang mengalami lonjakan ROE cukup signifikan selama tahun 2006 - 2009, menunjukkan bahwa faktorfaktor utama pendorong lonjakan tersebut adalah tingginya Net Multiplier Effect.
Faktor pencetus utama lonjakan ROE PT XYZ selama 4 tahun berdasarkan modifikasi analisis Du Pont menurut Liesz (2008) adalah besamya hutang perusahaan tampak dari tingginya financial cost ratio, bukan dari tingginya operating profit margin, capital turn over, financial sructure ratio ataupun tax eject ratio dan modifikasi analisis Du Pont menurut Angell and Brewer (2003) adalah tingginya Net Leverage Multiplier. Jika dibandingkan dengan rata-rata relatif industrinya yang dihitung dengan data dari 30 perusahaan terbuka, maka ROE PT XYZ memang lebih tinggi dari rata-rata industrinya. Namun jika dibandingkan rasio leveragenya, PT XYZ pun memang jauh lebih tinggi dari rata-rata relatif industrinya.