Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan kecurangan akuntansi menggunakan fraud hexagon yang terdiri dari enam elemen yaitu tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kapabilitas, ego, dan kolusi. Enam elemen tersebut diukur melalui variabel tekanan eksternal, pemantauan yang efektif, pergantian auditor, pergantian direksi, jumlah foto CEO, dan koneksi politik. Penelitian ini dilakukan karena adanya hasil penelitian yang berbeda dari penelitian sebelumnya
dan fenomena mengenai kecenderungan kecurangan akuntansi yang sangat marak terjadi, sehingga memotivasi peneliti untuk melakukan penelitian kembali mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kecenderungan kecurangan akuntansi. Penelitian ini menggunakan model Fraud Hexagon untuk membangun dan menguji hipotesis. Populasi penelitian ini adalah perusahaan BUMN Karya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022 yang berjumlah 100. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling, yang menghasilkan ukuran sampel sebanyak 55 sampel. Metode analisis yang digunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pergantian direksi dan koneksi politik berpengaruh positif terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi. Sedangkan variabel tekanan eksternal, pemantauan yang efektif, pergantian auditor, dan jumlah foto CEO tidak berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi.