DETAIL DOCUMENT
Kebijakan Extended Deterrence Sebagai Bentuk Respon Korea Selatan Terhadap Tindakan Provokatif Korea Utara (2017-2023)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bakrie
Author
Wijayanti, Lindiya
Subject
International Relations 
Datestamp
2024-02-28 09:22:52 
Abstract :
Adanya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan Extended Deterrence sebagai bentuk respon yang diambil Korea Selatan terhadap tindakan provokatif Korea Utara, periode tahun 2017-2023 yang dimana di tahun 2017 Korea Utara mulai melakukan pengembangan dan uji coba peluncuran rudal balistik antara benua pertamanya yaitu, Hwasong-14. Isu nuklir yang terus dikejar oleh Korea Utara ini telah menimbulkan kekhawatiran di tingkat internasional dan membawa pengaruh terhadap dilema kemanan yang dirasakan Korea Selatan. Dalam menanggapi hal ini, Korea Selatan perlu adanya peningkatan kapabilitas pertahanannya sebagai respon dari dilema keamanan yang dirasakan Korea Selatan. Ketidakpastian akan adanya potensi serangan yang akan dilakukan Korea Utara ini, membuat Korea Selatan menerapkan strategi keamanan kebijakan Extended Deterrence dengan negara aliansinya yaitu, Amerika Serikat. Upaya juga telah dilakukan oleh kedua negara aliansi tersebut untuk melakukan kesepakatan dengan Korea Utara untuk mendenuklirisasi atau memberhentikan secara keseluruhan program nuklirnya dengan cara membantu perekonomian negara tersebut, tetapi dari segala upaya yang sudah dilakukan oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat membuahkan hasil nihil. Sehingga dengan diterapkannya kebijakan Extended Deterrence ini, Korea Selatan telah mendapat perlindungan dan dapat meningkatan keamanannya dari tindakan provokatif yang dilakukan Korea Utara melalui bantuan Amerika Serikat. 
Institution Info

Universitas Bakrie