Abstract :
Industrialisasi telah membawa dunia ke era baru dimana kegiatan manusia menyebabkan kerusakan lingkungan dan kesenjangan sosial, yang dapat membahayakan manusia itu sendiri. Menyikapi hal ini, pada tahun 2015, Perserikatan Bangsa-Bangsa meluncurkan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia telah berkomitmen untuk meningkatkan praktik ESG di pasar modal Indonesia dan mendorong investasi berkelanjutan jangka panjang. Hal ini mendorong perusahaan untuk menjalankan bisnisnya secara keberlanjutan sehingga dibutuhkan strategi keberlanjutan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada lini bisnis otomotif PT Astra International Tbk. Wawancara mendalam dan analisis dokumen dipilih sebagai teknik pengumpulan data pada penelitian ini. Subjek pada penelitian ini adalah middle manager dari internal Grup Astra yang bertanggungjawab pada pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR). Terdapat 3 tahapan dalam analisis data pada penelitian ini, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Astra telah berhasil mengintegrasikan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam strategi bisnisnya, yaitu Triple-P Roadmap Strategy yang terdiri dari 3 pilar: Portfolio, People Roadmap, dan Public Contribution. Melalui pilar Public Contribution, Astra mentransformasikan program CSR menjadi Creating Shared Value (CSV) dengan mengintegrasikan program CSR dengan kegiatan manajemen bisnisnya. Strategi ini dilaksanakan dengan menerapkan prinsip Good Corporate Governance yang kemudian berhasil menjadikan Astra sebagai Good Corporate Citizen.