Abstract :
Tindakan whistleblowing masih sangat jarang dilakukan dalam suatu organisasi, mengingat banyaknya risiko yang mungkin dihadapi oleh whistleblower. Oleh karena itu, akan sangat sulit mengetahui tindakan kecurangan yang terjadi dalam suatu organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap niat pegawai BPKAD Palembang untuk melakukan whistleblowing. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai BPKAD berjumlah 90 orang, sedangkan sampel sebanyak 34 orang yang diplih menggunakan teknik probability sampling. Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan Skala Likert, dengan teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda melalui program SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel personal cost dan religiusitas memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap niat pegawai melakukan whistleblowing, sedangkan variabel norma subyektif dan persepsi kontrol perilaku tidak mempengaruhi whistleblowing.