Institusion
Universitas Bina Darma
Author
MUHAMMAD AL, FARABI
Firdaus, Firdaus
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2019-11-19 02:30:32
Abstract :
Panen gabah selain menghasilkan beras, juga menghasilkan sekam padi. Limbah dalam proses penggilingan padi yang terbesar adalah sekam padi, biasanya diperoleh sekam sekitar 20% - 30% dari bobot gabah sedangkan hasil lainnya adalah dedak antara 8% - 12%. Sisa pembakaran sekam padi yang berupa abu sekam memiliki kandungan silika yang tinggi, yaitu 94 ? 96% (Houston, 1972). Kandungan oksida silika (SiO2) yang tinggi memberikan sifat pozzolanik yang baik pada abu sekam padi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan subtitusi parsial semen.
Variabel pada penelitian ini berupa pengujian kuat tekan dengan benda uji berbentuk kubus berukuran 50 mm x 50 mm x 50 mm. Abu sekam padi yang hendak diteliti sebagai subtitusi parsial semen adalah abu yang lolos saringan no.200 dan dihaluskan kembali sehingga menjadi tingkat kehalusan zona 0, zona I, zona II, dan zona III. Persentase subtitusi abu sekam padi yang digunakan adalah 0%, 5%,15%, dan 25%. Dilakukan engujian kuat tekan mortar pada umur 7 , 14 dan 28 hari. Kadar optimum subtitusi abu sekam padi terhadap semen adalah 5% dengan nilai kuat tekan yang paling tinggi adalah pada umur 28 hari sebesar 25,2 Mpa. Untuk tingkat kehalusan yang paling baik adalah tingkat kehaslusan zona III dengan umur mortar 28 hari yang menghasilkan kuat tekan sebesar 25,2 mpa. Semakin tinggi persentase penggunaan abu sekam padi, maka nilai kuat tekan yang dihasilkan akan semakin rendah.