Institusion
Universitas Bina Darma
Author
YOGA PUTRA, DARMANSYAH
Farlin, Rosyad
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2019-11-20 01:18:31
Abstract :
Pemakaian bambu sebagai substitusi agregat adalah salah satu upaya untuk mereduksi berat jenis dari beton terutama pada produksi beton ringan. Penggunaan material bambu memberikan konsekuensi berupa menurunnya nilai kuat tekan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh penggunaan substitusi bambu pada beton terhadap nilai kuat tekan dan berat jenis beton. Material bambu yang digunakan berukuran 15-30 mm dengan bentuk yang bervariasi. Jenis bambu yang digunakan adalah bambu petung (Dendrocalamus Asper). Adapun variasi pemakaian bambu pada benda uji adalah 50% dan 75% potongan bambu bentuk sama, 50% dan 75% potongan bambu bentuk variasi, dari berat agregat kasar. Sampel penelitian berupa benda uji kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm. Berdasarkan hasil penelitian terjadi penurunan nilai slump adukan beton seiring penambahan persentase substitusi agregat bambu. Beton bersifat menyerap air yang ditunjukan dengan peningkatan absorbsi air pada benda uji beton yang mencapai 4,81%. Penurunan juga terjadi pada berat jenis dan kuat tekan benda uji. Nilai minimum berat jenis beton rata-rata dengan substitusi bambu untuk berbagai variasi diperoleh sebesar 1902,2 kg/m3 (Benda Uji Bambu Bentuk Variasi 75%), dan maksimum sebesar 1991,1 kg m3 (Benda Uji Bambu Bentuk Sama 50% dan Benda Uji Bambu Bentuk Variasi 50%). Besarnya nilai kuat tekan maksimum adalah 135,1 kg/cm2 (Benda Uji Bambu Bentuk Sama 50%) dan minimum 104,4 kg/cm2 (Benda Uji Bambu Bentuk Variasi 75%). Variasi bentuk potongan bambu tidak berpengaruh banyak terhadap kuat tekan beton.