Abstract :
Persaingan yang semakin ketat dan banyaknya usaha sejenis menyebabkan usaha kecil menengah harus pintar dalam memperhitungkan harga pokok produksi yang efisien terhadap produknya, sehingga laba yang diperoleh dapat dimaksimalkan agar usaha kecil menengah dapat bertahan dalam menghadapi persaingan global. Tujuan penelitian ini adalah menghitung, menganalisis harga pokok produksi serta membandingkan harga pokok produksi antara metode konvensional dengan metode full costing, metode variabel costing pada warung pempek nony 168 palembang. Pada hasil perhitungan harga pokok produksi dengan metode konvensional pada produk pempek telur kecil, pempek tahu, pempek bulat pada bulan desember tahun 2018, didapatkan sebesar pempek telur kecil Rp 3.362, pempek tahu Rp 3.442, dan pempek bulat Rp 3.816 dan pempek telur kecil Rp 5.415, pempek tahu Rp 5.616, dan pemepk bulat Rp 6.554, dan pempek telur kecil Rp 3.452, pempek tahu Rp 3.537, dan pempek bulat Rp 3.936. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan pembebanan biaya overhead pabrik pada metode full costing dan metode variabel costing menyebabkan harga pokok produksi semakin tinggi, tetapi harga pokok produksi yang dihasilkan dapat dikatakan efisien karena telah menghitung biaya proses produksi yang sebenarnya.