Abstract :
Konsep literasi telah berkembang luas termasuk di dalamnya visual, elektronik, dan
digital yang merupakan bentuk ekspresi dan komunikasi. Sehingga, terbentuk
konsep baru literasi yaitu literasi digital atau literasi Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK atau yang biasa disebut dengan ICT). Puskesmas telah
menerapkan pelayanan kesehatan berbasis TIK, antara lain: Sistem informasi
Primary Care (P-Care) BPJS Kesehatan, selama masa pandemi penggunaan
aplikasi P-Care Vaksinasi untuk pendataan riwayat Vaksin, Antigen dan
Polymerase Chain Reaction (PCR) yang telah terintegrasi ke aplikasi
PeduliLindungi, serta penggunaan media sosial (whatsapp, facebook, instagram
dan website) sebagai media informasi, promosi, komunikasi dan himbauan kepada
masyarakat. Melalui pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif, penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi tingkat Literasi TIK pada Tenaga Kesehatan
terhadap aplikasi dan media sosial. Dengan mengumpulkan data kuesioner dari 125
responden yang disebarkan ke 18 Puskesmas di wilayah Kota Palembang,
didapatkan karakteristik tenaga kesehatan yang menjadi bagian dari tim pelayanan
kesehatan berbasis TIK (P-Care BPJS dan P-Care Vaksinasi) di dominasi oleh
tenaga kesehatan wanita yang berprofesi sebagai perawat dan bidan, berada pada
rentang usia 26-30 tahun dan pendidikan akhirnya adalah Diploma III (D3).
Berdasarkan metode People Capability Maturity Model (P-CMM), tingkat Literasi
TIK pada tenaga kesehatan Puskesmas di Kota Palembang terhadap aplikasi dan
media sosial berada pada level 2 (Repeatable). Dengan rata-rata indeks maturity
untuk aplikasi berada diantara 0.74 ? 0.87, dan untuk media sosial berada diantara
0.78 ? 0.85.
Kata Kunci: Literasi TIK, P-Care BPJS dan P-Care Vaksinasi, Media Sosial,
Tenaga Kesehatan, People Capability Maturity Model (P-CMM).