Abstract :
Pemanfaatan TI pada bidang kesehatan telah berkembang dengan
cepat. Hampir seluruh RS sudah menggunakan teknologi untuk membantu
kelancaran bisnis. RS YK Madira sudah menggunakan SIMRS sebagai
pengelolaan data operasional sehari-hari, akan tetapi informasi yang didapat
sangat terbatas dikarenakan SIMRS hanya sebagai data masukkan dan
keluaran pengumpulan data pada saat di eksport menjadi file excel. Dari hal
tersebut manajemen RS mengalami keterhambatan dalam mengambil
keputusan. Hasil yang didapatkan dengan SPM yang diatur oleh ideal BOR
berada pada 60%, sedangkan ALOS 6-9 hari, BTO pada frekuensi 40-50 kali,
pada TOI 1-3 hari, NDR dengan nilai tolerir kurang dari 25, dan GDR dengan
nilai < 45. Bahwa didapatkannya SPM dengan mencakup indikator-indikator
yang digunakan dari data yang didapatkan dari data 2017-2020 pada
indikator BTO belum memenuhi standar jika dilihat dalam setiap bulannya,
akan tetapi satuan dalam BTO dilihat dalam pertahun yang berarti jika dilihat
didapatkan standar rata-rata yang melebihi dalam penetapan SPM. Hasil dari
visualisasi yang didapat akan dijadikan acuan dalam mendukung
pengambilan keputusan pimpinan Rumah Sakit YK Madira dalam
meningkatkan Pelayanan Mutu dengan standar yang diberlakukan
Kementerian Kesehatan.
Kata kunci? SIMRS, Business Intelligence, Power BI.