Abstract :
Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang di budidayakan lebih dari 50
negara termasuk Indonesia. Untuk meningkatkan nilai ekonomis biji kopi menjadi
bubuk kopi yang dapat digunakan sebagai minuman air yang siap disajikan,
diperlukan suatu alat untuk memproses biji kopi menjadi serbuk kopi dan untuk
meningkatkan kemajuan teknologi dalam hal permesinan dan perlu di tambahkan
lagi dalam mesin penggilingnya yaitu mesin penggiling biji kopi, memang sudah
banyak mesin?mesin penggiling dan berbagai merek mesin pengiling biji kopi dan
perlu diperhatikan betul dalam permesinannya, pengolahan biji kopi sangat
berperan penting dalam menentukan kualitas dan cita rasa kopi. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui redesign alat penggiling kopi mini
otomatis dengan metode Quality Function Deployment (QFD). Sampel dalam
penelitian ini adalah 65 orang pengguna alat penggiling kopi di Kopiloka Sumsel
Palembang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode
purposive sampling. Metode pengolahan data menggunakan Quality Function
Deployment (QFD) dengan matriks House Of Quality (HOQ). Berdasarkan
analisis data, kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah untuk
spesifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen yang telah di terapkan ada 3
prioritas yang diambil dari ke 18 atribut spesifikasi kebutuhan dan keinginan
konsumen diantaranya penambahan mata pisau, penambahan komponen dan
pengadaan sparepart. Adapun evaluasi kelebihan dan kekurangan secara
sistematis kapabilitas produk alat penggiling kopi yaitu memiliki kelemahan dari
segi kapasitas muatan dibandingkan alat penggiling kopi lain. Tapi dibalik
kekurangannya alat penggiling kopi ini tergolong ramah dan efisien untuk
melakukan penggiling dalam skala kecil.
Kata kunci : Redesign, Alat Penggiling Kopi Mini Otomatis, Ergonomi, Quality
Function Deployment