Abstract :
Aspal didefinisikan sebagai material perekat (cementitious), berwarna
hitam atau coklat tua, dengan unsur utama bitumen. Aspal dapat diperoleh di alam
ataupun merupakan residu dari pengilangan minyak bumi. Aspal merupakan
material yang paling umum digunakan untuk bahan pengikat agregat, oleh karena
itu seringkali bitumen disebut pula sebagai aspal. Aspal adalah material yang pada
temperatur ruang berbentuk padat sampai agak padat, dan bersifat termoplastis.
Jadi, aspal akan mencair jika dipanaskan sampai temperatur tertentu, dan kembali
membeku jika temperatur turun. Bersama dengan agregat, aspal merupakan
material pembentuk campuran perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk
Mengetahui pengaruh penggunaan Sekam Padi dan Semen PCC sebagai Filler
terhadap nilai kepadatan dan stabilitas pada campuran aspal AC-WC. Pada
penelitian ini menggunakan 6 sampel yaitu 3 sampel untuk waktu 30 menit dan 3
sampel lagi untuk waktu 24 jam, kemudian sampel di analisa di Laboratorium
Pengujian Dinas PU Bina Marga Prov. Sumatera Selatan. Metode perhitungan
digunakan dalam penelitian ini adalah metode Marshall test. Dari hasil penelitian,
menunjukkan bahwa campuran kadar filler Semen + Sekam Padi cukup
berpengaruh terhadap nilai Kepadatan dan Stabilitas sebagai bahan campuran
aspal AC-WC, campuran yang menggunakan Semen sebagai filler mengalami
penurunan terhadap nilai Kepadatan dan Stabilitas, campuran Sekam Padi
mengalami kenaikan terhadap Nilai Kepadatan dan Stabilitas. Nilai Kepadatan
tertinggi yaitu pada kadar filler 100% Semen sebesar 2,261 gr/cc dan Nilai
stabilitas tertinggi yaitu pada kadar filler 100% Sekam Padi sebesar 1322,670
(gr/cc).
Kata Kunci: Aspal, Filler, Semen PCC, Sekam Padi, Kepadatan, Stabilitas
Marshall Test