Abstract :
Dunia industri proyek konstruksi dipenuhi dengan berbagai macam risiko.
Untuk mengurangi dampak merugikan bagi pencapaian proyek konstruksi
dibutuhkan suatu sistem manajemen. Manajemen risiko juga merupakan upaya
dalam mengelola risiko secara komprehensif, terencana, dan terstruktur untuk
mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan. Dalam penerapannya
tahapan dalam manajemen risiko yaitu identifikasi, analisa, dan pengendalian
risiko. Pada penelitian ini instrument yang digunakan untuk memperoleh data yaitu
berupa kuesioner yang dijawab oleh 32 responden dengan kategori Project
Manager, Safety Representative, Site Engineer, dan Pekerja Lapangan.
Dari hasil identifikasi didapatkan 31 variabel risiko yang relevan. Dengan
memilih risiko paling dominan dilakukan analisa dengan memetakan penyebaran
risiko tersebut dalam suatu Risk Assessment Matrix. Dari hasil analisa diperoleh 5
risiko dengan kategori High. Pengendalian risiko yang dapat dilakukan diantaranya
yaitu dengan memberikan pelatihan K3 kepada pekerja, memakai APD lengkap,
melakukan penggantian peralatan yang tidak layak pakai, melakukan pengecekan
dan perawatan peralatan secara berkala, serta menerapkan sistem reward and
punishment.
Kata Kunci : Risiko, manajemen risiko, kuesioner, identifikasi, analisa,
pengendalian