Abstract :
Aspal ialah bahan pengikat pada campuran beraspal yang dimanfaatkan sebagai
lapis permukaan lapis perkerasan lentur. Indonesia dengan kelimpahan hasil
alamnya dari pertambangan batubara yang merupakan salah satu material yang
bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar dalam suatu pembangkit listik tenaga uap
(PLTU). Dengan melalui proses yang cukup banyak dan panjang pada batubara
tersebut di proses pengolahan, menghasilkan dua limbah yaitu limbah yang
terbang (fly ash) dan limbah yang mengendap di dasar (bottom ash). Dimana
bersamaan dapat mengurangi polusi dari limbah tersebut. Pada penelitian ini
penggunaan bottom ash dan fly ash menggantikan filler sebesar 100%. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran bottom ash dan fly ash pada
aspal. Penelitian ini menggunakan metode Marshall. Sehingga hasil dari penelitian
ini ialah : (1) Nilai Stabilitas tertinggi dengan kadar filler 100% Fly Ash sebesar
1340,310 kg dan nilai terendah didapat pada filler 100% Bottom Ash sebesar
1111,047 kg. (2) Nilai Flow yang memenuhi spesifikasi hanya pada kadar filler
100%Fly Ash, 60%F + 40%B, 100%Bottom Ash yang memenuhi persyaratan (3)
Nilai VIM yang memenuhi spesifikasi terdapat pada kadar filler (100% Fly Ash,
80% F + 20% B, 60% F + 40% B , 20% F + 80% B, 100% Bottom Ash) (4) Nilai
VMA telah memenuhi spesifikasi semua, nilai tertinggi dengan kadar filler 100%
Fly Ash dengan nilai 16.958% dan nilai terendah didapat pada filler 80%B +
20%B dan 20%F + 80%B dengan nilai 16,503%. (5) Nilai VFA telah memenuhi
spesifikasi semua, nilai tertinggi dengan kadar filler 80%B + 20% B dan 20%F +
20%B dengan nilai 84,730% dan nilai terendah didapat pada filler 100% Bottom
Ash dengan nilai 83,717%. (6) Nilai Marshall Quotient telah memenuhi
spesifikasi semua, nilai tertinggi dengan kadar filler 100% Fly Ash dengan nilai
321,689 Kg/mm dan nilai terendah didapat pada filler 100% Bottom Ash dengan
nilai 267.560 Kg/mm.
Kata Kunci : Bottom Ash, Fly Ash, Aspal, Filler