DETAIL DOCUMENT
PENGARUH CAMPURAN VARIASI KEHALUSAN BOTTOM ASH SEBAGAI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL ASPAL BETON LAPISAN WEARING COURSE
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bina Darma
Author
Saputra, M. Dimas Ridho
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General) 
Datestamp
2022-11-17 08:08:23 
Abstract :
Abu terbang adalah salah satu residu yang dihasilkan dalam pembakaran dan terdiri dari partikel - partikel halus. Abu yang tidak naik disebut bottom ash. Bottom ash adalah limbah pembakaran batu bara yang ukurannya lebih besar dari fly ash. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode empiris, artinya metode ini akan menghasilkan informasi tentang penelitian tersebut. Penelitian ini dilakukan di LABORATORIUM UPTD PU BINA MARGA PROVINSI SUMATERA SELATAN. Tahapan yang dilakukan meliputi pengujian agregat (kasar, halus dan filler), pengujian aspal dan pengujian campuran (pengujian Marshall). Metode yang digunakan sebagai penguji pencampuran adalah metode Marshall, dimana hasil pengujian diperoleh dari Marshall berupa komponen Marshall yaitu stabilitas, flow, void in total mix (VITM), rongga terisi aspal (void filled with asphalt), dan kemudian dapat dihitung Marshall Quotient-nya. Tes terakhir berupa tes perendaman Marshall atau (test immersion). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai penambahan Bottom ash sebagai pengganti filler didapatkan kesimpulan sebagai berikut : 1. Nilai stabilitas tertinggi didapat pada zona 3 dengan kadar 50% dengan nilai 1622,481 kg. 2. Nilai Flow yang memenuhi spesifikasi hanya didapat pada zona 1 pada kadar 30% dan 50%, zona 2 pada kadar 30% dan 50%, zona 3 pada kadar 50%. 3. Nilai VIM yang memenuhi spesifikasi terdapat pada zona 0 dengan kadar 30% dan 50%, zona 3 dengan kadar 30%,. 4. Nilai VMA seluruh zona memenuhi spesifikasi dan nilai tertinggi pada zona 3 dengan kadar 50% dengan nilai 16,649%.. 5. Nilai VFA seluruh zona memenuhi spesifikasi dengan nilai tertinggi pada zona 1 dengan kadar 10% dengan nilai 85,77%. 6. Nilai Marshall Quotient seluruh percobaan memenuhi spesifikasi dengan nilai tertinggi pada zona 1 dengan kadar 30% dengan nilai 367,685. 7. Kadar Bottom ash yang nilai Marshall paling baik didapat pada zona 3 pada kadar 50% seluruh pengujian memenuhi spesifikasi hanya VIM saja yang tidak memenuhi spesifikasi. Kata Kunci: Aspal, Bottom Ash, Stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA, Marshall Quotient. 
Institution Info

Universitas Bina Darma