Abstract :
Abu terbang adalah salah satu residu yang dihasilkan dalam pembakaran
dan terdiri dari partikel - partikel halus. Abu yang tidak naik disebut bottom ash.
Bottom ash adalah limbah pembakaran batu bara yang ukurannya lebih besar dari
fly ash. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode empiris, artinya
metode ini akan menghasilkan informasi tentang penelitian tersebut. Penelitian ini
dilakukan di LABORATORIUM UPTD PU BINA MARGA PROVINSI
SUMATERA SELATAN. Tahapan yang dilakukan meliputi pengujian agregat
(kasar, halus dan filler), pengujian aspal dan pengujian campuran (pengujian
Marshall). Metode yang digunakan sebagai penguji pencampuran adalah metode
Marshall, dimana hasil pengujian diperoleh dari Marshall berupa komponen
Marshall yaitu stabilitas, flow, void in total mix (VITM), rongga terisi aspal (void
filled with asphalt), dan kemudian dapat dihitung Marshall Quotient-nya. Tes
terakhir berupa tes perendaman Marshall atau (test immersion). Dari hasil
penelitian yang telah dilakukan mengenai penambahan Bottom ash sebagai
pengganti filler didapatkan kesimpulan sebagai berikut : 1. Nilai stabilitas tertinggi
didapat pada zona 3 dengan kadar 50% dengan nilai 1622,481 kg. 2. Nilai Flow
yang memenuhi spesifikasi hanya didapat pada zona 1 pada kadar 30% dan 50%,
zona 2 pada kadar 30% dan 50%, zona 3 pada kadar 50%. 3. Nilai VIM yang
memenuhi spesifikasi terdapat pada zona 0 dengan kadar 30% dan 50%, zona 3
dengan kadar 30%,. 4. Nilai VMA seluruh zona memenuhi spesifikasi dan nilai
tertinggi pada zona 3 dengan kadar 50% dengan nilai 16,649%.. 5. Nilai VFA
seluruh zona memenuhi spesifikasi dengan nilai tertinggi pada zona 1 dengan kadar
10% dengan nilai 85,77%. 6. Nilai Marshall Quotient seluruh percobaan memenuhi
spesifikasi dengan nilai tertinggi pada zona 1 dengan kadar 30% dengan nilai
367,685. 7. Kadar Bottom ash yang nilai Marshall paling baik didapat pada zona 3
pada kadar 50% seluruh pengujian memenuhi spesifikasi hanya VIM saja yang
tidak memenuhi spesifikasi.
Kata Kunci: Aspal, Bottom Ash, Stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA, Marshall Quotient.