Abstract :
Saat ini sudah banyak digunakan berbagai macam bahan tambah untuk
meningkatkan mutu campuran aspal, antara lain dengan menambahkan polimer. Salah satu
jenis polimer yang digunakan adalah polystyrene yang sering kita kenal sebagai
styrofoam, yang selama ini sering digunakan sebagai kemasan bahan elektronik,
pembungkus makanan. Pemanfaatan styrofoam diharapkan dapat meningkatkan kualitas
campuran aspal sekaligus dapat menguragi jumlah timbunan sampah. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan styrofoam terhadap karakteristik
campuran AC-WC. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium PU Bina Marga Provinsi
Sumatera selatan. Styrofoam yang digunakan pada penelitian ini bervariasi dengan kadar
0%, 5%, 6%, dan 7% dari berat aspal. Benda uji penelitian berjumlah 60 buah, terdiri
dari36 benda uji untuk pengujian Marshall sebelum Kadar Aspal Optimum (KAO),
24 benda uji setelah KAO. Untuk mengetahui nilai stabilitas dilakukan pengujian
Marshall. Pedoman yang digunakan bedasarkan Spesifikasi Umum Bidang Jalan dan
Jembatan, Departemen Pekerjaan Umum 2018 Revisi 1. Dari seluruh nilai parameter
Marshall yang diperoleh, penambahan styrofoam dengan kadar 5%, 6% dan 7%, pada
campuran aspal cenderung menurunkan kualitas campuran aspal. Hasil pengujian yang
diperoleh menunjukkan adanya penambahan styrofoam dapat menurunkan campuran
beraspal, hal ini dapat di lihat dari terjadinya penurunan pada nilai stabilitas Marshall
dibandingkan tanpa penambahan styrofoam. Dengan menurunnya nilai stabilitas, berarti
menurunkan sifat kekakuan / menjadikan aspal menjadi lunak, seperti terlihat pada nilai
flow semakin banyak styrofoam yang ditambahkan maka semakin menurun nilai flow
menandakan bahwa campuran aspal akan semakin kaku dan getas.
Kata Kunci : Styrofoam, Aspal modifikasi, Marshall Test