Abstract :
Aspal adalah campuran dari agregat bergradasi menerus bahan bitumen.
Kekuatan utama aspal beton ada pada keadaan butir agregat yang saling
mengunci dan sedikit pasir/filler/bitumen sebagai mortar. Semen PCC adalah
jenis semen yang didapat dari penggilingan terak yang dikombinasikan dengan
bahan anorganik dan gipsum. Abu sekam memiliki sifat yang baik sebagai filler
pemadat karena memiliki sifat sementasi, butirannya yang kecil. Pengujian
dilakukan secara bertahap, Pengujian agregat meliputi pemeriksaan berat jenis,
uji Abrasi mesin Los Angeles, kelekatan pada aspal, indeks kepipihan dan
penyerapan air. Untuk pengujian aspal, termasuk Penetrasi, Titik Nyala-Titik
Bakar, Titik Lembek, Daktilitas dan Uji Berat Jenis. Metode yang digunakan
sebagai penguji pencampuran adalah metode Marshall. Besar kecilnya nilai
Flexibility dan Durability pada campuran aspal AC-WC dipengaruhi oleh besar
kecilnya nilai Stabilitas, Flow dan Marshall Quotient. Subtitusi Sekam Padi
berdampak signifikan pada nilai stabilitas. Sekam Padi tidak berdampak
signifikan terhadap nilai flow. Sekam padi berpengaruh terhadap meningkatnya
nilai MQ sehingga berdampak tidak signifikan. Dari hasil pengujian yang telah
dilakukan dapat disimpulkan bahwa, semakin besar presentase Subtitusi Semen
PCC dan Sekam Padi terhadap aspal AC-WC cenderung tidak berdampak
signifikan pada sifat Flexibility Sedangkan untuk nilai Durability baik karna
memenuhi spesifikasi.
Kata kunci : Bahan Filler Portland Cement Composit (PCC), Sekam Padi,
Metode Marshall, Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC).