Abstract :
Jalan Pertambangan adalah jalan khusus yang diperuntukan untuk kegiatan
pertambangan dan berada di area pertambangan atau area proyek yang terdiri atas
jalan penunjang dan jalan tambang. Jalan tambang Muara Tiga Besar (MTB) PT.
Bukit Asam Tbk. memiliki panjang jalan 3,4 km dan lebar jalan 15-20 meter.
Adanya kerusakan di jalan tambang Muara Tiga Besar menjadi salah satu faktor
ketidaktercapaian target produksi batubara pada Semester 1 tahun 2021. Oleh
karena itu untuk mengatasi permasalahan tersebut di perlukan suatu analisis untuk
mengetahui penyebab kerusakan jalan tambang Muara Tiga Besar tersebut.
Pada Penelitian ini dilakukan survey dan analisis data tingkat kerusakan jalan
tambang yang berpedoman kepada Kep Menteri ESDM No 1827 Th (2018)
persentase luas kerusakan total di jalan tambang MTB sebesar 42,05% dengan
rincian 3,68% low severity, 13,59% medium severity dan 24,78% high severity.
Sedangkan volume kerusakan total sebesar 4875,99 m³ dengan rincian low severity
49,62 m³, medium severity 366,37 m³, dan high severity 4460 m³. Selain itu juga
dilakukan survey dan analisis geometri jalan (lebar jalan dan cross slope) dan
didapatkan hasil bahwa lebar jalan telah memenuhi standar minimum sesuai dengan
rule of thumb yang dikemukakan oleh AASHTO (American Association Of State
Highway And Transportation Officials) (1990). Sedangkan untuk nilai cross slope
masih ada beberapa segmen yang belum memenuhi standar yang di anut di
Indonesia (2% - 4%) seperti pada R-S memiliki nilai cross slope rata-rata dibawah
10 cm (< 2%). Hasil analisis data Pengujian CBR lapangan yang dilakukan dengan
menggunakan alat Portable Impulse Plate Load Test Device sesuai dengan ASTM?E2835-11 menunjukkan bahwa Nilai CBR pada segmen jalan O-P merupakan yang
paling rendah dibandingkan segmen lain yakni sebesar 8,32%, jauh dari nilai
standar yang ditetapkan PT. Bukit Asam Tbk untuk jalan angkut dump truck dengan
kapasitas 30 ton yakni 40%.
Kata kunci : Jalan Tambang, Tingkat Kerusakan, Geometri Jalan, CBR