Abstract :
Penyebaran informasi yang begitu cepat seiring pesatnya perkembangan teknologi
seiring masifnya kecepatan media elektronik dan internet. Tetapi penyebaran berita yang secara
cepat ini tidak dapat menjamin informasi dan berita yang kita peroleh dapat di validasidari
sumber yang valid. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kominfo pada akhir tahun 2021 terdapat
1773 berita hoax yang berhasil di klarifikasi dari berita-berita hoax tersebut. Lalu selama
pandemi Covid-19 sendiri, ada beragam hoaks yang beredar di masyarakat. Sepanjang2021,
Kementerian Kominfo menemukan sebanyak 723 hoaks seputar Covid-19. Berdasarkanlatar
belakang diatas peneliti dan pada penelitian sebelumnya, telah membahas tentang deteksihoax
pada berbagai bidang. Seperti, deteksi penipuan pada gaya penulisan daring [1], klasifikasi
berita hoax berbasis pembelajaran mesin[3] dan Penerapan Algoritma naïve bayes dan pso
untuk klasifikasi berita hoax pada media sosial [4]. Dari sini peneliti mencoba melalukan
eksperimen pada algoritma klasifikasi naïve bayes untuk mengklasifikasikan beritahoax covid
19. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan yang model naïve bayes dan cross
validation dapat melakukan klasifikasi berita hoax dengan baik, akurasi yang dihasilkansebesar
86.3% dimana 80-90% masuk pada kriteria good classification. Data yang diprediksi salah juga
tidak terlalu banyak dari total 300 dataset hanya 41 yang dinyatakan salah dalam pelabelan
tidak sampai 2% dari keseluruhan total dataset, sehingga dapat disimpulkan model ini dapat
digunakan sebagai referensi apabila ingin dilanjutkan pada model prediksi yang lebihkompleks
lagi, misalnya model prediksi menggunanakan machine learning berbasis web.
Kata Kunci: Covid-19; Klasifikasi; Hoax; Naive Bayes