Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses resiliensi dalam diri waria
ketika mengalami penolakan dari lingkungannya dan faktor apa saja yang
mempengaruhi proses resiliensi pada waria, Subjek penelitian berjumlah 2 orang
dengan karakteristik waria yang sudah memiliki ciri-ciri resiliensi. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian
menunjukan kedua subjek ada perbedaan level pada proses resiliensi pada kedua
subjek. Pada subjek Y saat ini ini berada tahapan level resiliensi thriving
(Berkembang Pesat). Sedangkan subjek H pada proses resiliensinya berada pada
tahapan recovery. Resiliensi pada subjek Y lebih banyak dipengaruhi oleh faktor
regulasi emosi dan pengendalian implus. Sedangkan pada subjek H dari semua
faktor yang ada lebih dominan atau banyak dipengaruhi oleh faktor optimisme
yang tinggi terhadap kehidupannnya. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat
perbedaan pada level resiliensi dan faktor resiliensi dalam proses resiliensi pada
kedua subjek.