Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan secara empiris
mengenai hubungan antara regulasi diri dengan burnout pada pegawai basarnas di
Sumatera bagian selatan.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah regulasi diri,
dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah burnout.Populasi dalam penelitian
ini adalah pegawai basarnas yang tersebar di wilayah sumatera bagian selatan
sebanyak 447 orang.Berdasarkan rumus Isaac dan Michael dengan tingkat
kesalahan sebesar 5%, diperoleh populasi sebanyak 139 orang.Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif.Teknik sampling yang digunakan dalam
penelitian ini yakni simple random sampling.Alat ukur yang digunakan dalam
penelitian ini adalah skala perilaku regulasi diri dan skala burnout.Skala regulasi
diri berjumlah 60 aitem dengan reabilitas sebesar 0,585 dan skala burnout
berjumlah 60 aitem dengan reabilitas sebesar 0,765. Validitas data menggunakan
teknik korelasi person?s product moment (r) dengan sistem output satu paket
reliabilitas, dan reabilitas data menggunakan teknik alpha croncbach dengan
bantuan program SPSS IBM versi 20.00. Berdasarkan hasil analisis data
menggunakan program SPSS IBM versi 20.00, didapatkan hasil nilai koefisien R =
0,600 dengan nilai (R
2
) = 0,361 dan p = 0,000 dimana p < 0,01. Sehingga diperoleh
hasil bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara regulasi diri dan
burnoutpada pegawai basarnas sumatera bagian selatan.Berdasarkan hasil analisis,
diperoleh nilai sumbangan yang diberikan oleh regulasi diri dan burnout sebesar R²
= 0,361 atau 36,1% jadi masih terdapat 63,9% lainnya yang dipengaruh oleh faktorfaktor lain yang tidak terlibat dalam penelitian ini.