Abstract :
Pertumbuhan, merupakan proses dimana ketercapainya suatu kedewasaan.
Pertumbuhan ini erat sekali kaitannya dengan dunia sekolah, dikarenakan hampir
setiap hari anak usia sekolah menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam
kelas. Masa pertumbuhan dan perkembangan remaja mengalami perubahan yang
menuntut remaja mampu mengatasi perubahan yaitu perubahan fisik maupun
psikis. Penurunan kualitas fisik dapat disebabkan karena terjadinya musculoskeletal
disorder yang merupakan akibat dari postur siswa saat duduk yang tidak nyaman
saat melakukan kegiatan belajar mengajar. Posisi duduk dalam belajar merupakan
salah satu faktor yang berhubungan erat dengan terjadinya nyeri daerah leher,
punggung atas dan bawah, tangan, kaki, kelelahan pada mata, dan gangguan
perkembangan tubuh. Sehingga posisi duduk yang benar akan menjadi faktor yang
sangat penting dalam mencegah terjadinya musculoskeletal disorder. Kesalahan
desain serta ukuran kursi dan meja sekolah dapat mengakibatkan terbentuknya
postur tubuh yang membahayakan bagi kesehatan siswa, terutama yang berkaitan
dengan cedera pada tulang belakang. Penelitian ini akan membandingkan ukuran
kursi dan meja sekolah yang sudah digunakan di Sekolah Menengah Atas (SMA)
dengan ukuran tubuh siswa untuk mengetahui apakah meja dan kursi ini sudah
didesain dengan ukuran yang benar sehingga membentuk postur duduk yang benar.
Evaluasi terhadap postur duduk ini menggunakan perhitungan nilai Posture
Evaluation Index (PEI) yang diperoleh dengan konfigurasi Virtual Environment
dengan software Jack 8.4. Dalam penelitian didapatkan ukuran dimensi meja dan
kursi laboratorium SMA yang ergonomis sesuai dengan antropometri siswa.