Abstract :
Beton merupakan suatu bahan kontruksi yang banyak
digunakan pada pekerjaan struktur bangunan diindonesia karena
banyak keuntung yang diberikan, antara lain bahan
pembentukannya yang relatif mudah diperoleh mudah dibentuk,
mampu memikul beban yang berat, relatif tahan terhadap
temperatur yang tinggi, serta biaya pemeliharaan yang kecil dibanding umur pemakaiannya. Disamping keuntungan tersebut
diatas, beton memiliki salah satu kelemahan yaitu berat jenisnya
yang cukup tinggi sehingga beban mati struktur lebih menjadi
sangat besar.
Limbah cangkang telur yang dianggap banyak orang sebagai
sampah tidak berguna kini dapat dimanfaatkan dalam pembuatan
beton. Cangkang Telur merupakan limbah yang melimpah dan tidak
terpakai. Limbah ini tidak mengandung bahan berbahaya yang bisa
mengganggu Kesehatan. Cangkang Telur mengandung 95%
kalsium karbonat dengan berat 5,5 gram, 3% fosfor dan 3%
magnesium (Butcher dan Miles dalam Syahwati & Wahyuni, 2018).
Kandungan kalsium karbonat yang cukup besar dapat dimanfaatkan
sebagai bahan tambah semen karena kalsium karbonat merupakan
unsur dari semen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
penambahan cangkang telur ayam sebagai subtitusi semen
terhadap kuat tekan beton. Dalam penelitian ini, cangkang telur
ayam di haluskan sehingga lolos saringan ayakan no. 200 (0,075
mm). pengujian yang di lakukan berupa silinder 15cm x 30cm.
variasi cangkang telur ayam 0% 1% 2,5% dan 5%. Dimana
pengujian tekan dilakukan pada hari ke-3, 7, 14, 28. Dengan mutu
beton yang direncanakan adalah fc?25. Dari hasil penelitian
menunjukkan penggunaan cangkang telur ayam terhadap kuat
tekan beton umur 28 hari dengan variasi.