Abstract :
Beton merupakan suatu bahan kontruksi yang banyak digunakan pada
pekerjaan struktur bangunan diindonesia karena banyak keuntung yang diberikan,
antara lain bahan pembentukannya yang relatif mudah diperoleh mudah dibentuk,
mampu memikul beban yang berat, relatif tahan terhadap temperatur yang tinggi,
serta biaya pemeliharaan yang kecil di banding umur pemakaiannya. Disamping
keuntungan tersebut diatas, beton memiliki salah satu kelemahan yaitu berat
jenisnya yang cukup tinggi sehingga beban mati struktur lebih menjadi sangat
besar.
Penggunaan beton porous saat ini belum banyak diterapkan dikarenakan
pada umunya sebagian besar orang menggunakan paving block sebagai bahan
penutup halaman. Paving block (bata beton) adalah suatu komposisi bahan
bangunan yang dibuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidrolis
sejenisnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak
mengurangi mutu bata beton itu (SNI 03-0691-1996). Ditinjau dari segi
kemampuan penyerapan, pada paving block air yang jatuh ke perkerasan akan
merembes melalui celah-celah antar pori yang terbentuk. Dari segi pemasangan
penggunaan beton porous memiliki keunggulan yaitu lebih mudah untuk
diaplikasikan dan waktu pemasangan yang lebih cepat. Untuk pemasangan paving
block membutuhkan waktu yang lebih lama dikarenakan perlu dilakukan
penyusunan sedemikian rupa agar pasangan paving block tidak terlepas antar satu
dengan yang lainnya. Sedangkan pemasangan beton porous dilakukan dengan
menuangkan adukan pada cetakan atau area lahan yang akan dibeton.
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui proporsi campuran yang
menghasilkan beton porous dengan nilai kuat tekan tinggi dan angka porositas
besar. Mengetahui apakah campuran beton porous dapat diaplikasikan di jalan
raya. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan penelitian komposisi sikacim
concrete additif di atas 0,5%, 0,7%, dan 0,9% tetapi tidak melebihi 1% dari berat
semen.