Abstract :
Dalam pembangunan jalan tol salah satu hal yang paling sering menjadi permasalahan
adalah pada lapisan tanah dasar yang merupakan struktur utama. Tanah dasar pada area
Jalan tol KAPB seksi 3 di Pangkalan Balai merupakan jenis tanah dasar rawa yang
memiliki daya dukung sangat rendah sehingga diperlukannya metode perbaikan tanah
untuk meningkatkan daya dukung. Untuk perbaikan tanah dasar memiliki beberapa
metode antara lain penggunaan pileslab dan vacuum consolidasi yang mana kedua
metode tersebut memiliki perbedaan dalam pengerjaan nya sehingga diperlukan
perbandingan metode kerja antara kedua metode tersebut yang dikhususkan untuk
membandingkan efisiensi tingkat biaya dan durasi pengerjaan.Panjang Jalan Tol KAPB
seksi 3 di Pangkalan Balai adalah sepanjang 450 meter. Analisis perhitungan yang
dilakukan untuk perbandingan kedua metode tersebut dengan menghitung volume
masing-masing pekerjaan, menghitung material dan bahan yang selanjutnya akan di
jadikan dasar untuk peritungan rencana anggaran biaya, serta menganalisis durasi
pekerjaan menggunakan Microsoft project pada metode pileslab maupun vacuum.
Berdasarkan perhitungan dan perbandingan dapat disimpulkan bahwa durasi perbaikan
tanah dengan menggunakan vacuum consolidation lebih lama 247 hari jika dibandingkan
dengan metode penggunaan pileslab sehingga metode pileslab bisa digunakan untuk
efisiensi waktu pengerjaan. Sedangkan untuk perbandingan biaya metode pileslab
memerlukan biaya 41,96 % lebih besar dibandingkan dengan metode vacuum
consolidation sehingga metode vacuum bisa digunakan sebagai upaya untuk efisiensi
tingkat biaya.