Abstract :
Kerupuk udang merupakan camilan yang terbuat dari tepung tapioka dan
udang. Kerupuk juga memiliki keragamannya dalam bentuk, ukuran, warna, bau,
rasa, kerenyahan, ketebalan, ataupun nilai gizinya berdasarkan pengolahannya.
Sebagian hasil produksi kerupuk udang siap makan dilakukan oleh industri kecil
dengan skala rumah tangga yang masih menggunakan peralatan tradisional untuk
mengurangi kadar minyak pada penggorengan kerupuknya. Hal tersebut
mempengaruhi kualitas kerupuk yang dapat menyebabkan kerupuk jadi tidak tahan
lama dan bau tengik disebabkan oleh endapan minyak yang tinggi karena penirisan
yang tidak maksimal. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk merancang
prototipe mesin peniris minyak pada kerupuk udang yang dilengkapi dengan motor
listrik, keypad 4x4 sebagai pengaturan timer, sensor arus dan sensor tegangan
sebagai penghitung biaya penggunaan daya listrik, sensor HC-SR04 sebagai sensor
yang mendeteksi level cairan di wadah penampungan minyak, LCD sebagai
monitor, serta buzzer yang berfungsi sebagai alarm saat mesin off dan wadah
penampungan minyak sudah penuh yang akan terhubung ke mikrokontroler arduino
uno. Setelah dilakukan pengujian dengan waktu yang berbeda, proses penirisan
menggunakan alat yang dirancang berhasil menurunkan kadar minyak pada
kerupuk udang sebesar 21,55%, serta dapat menghitung biaya penggunaan daya
listrik pada mesin yaitu Rp. 0,8444 per menit agar dapat diperhitungkan sebagai
biaya modal. Mesin juga dilengkapi dengan wadah penampung minyak yang dapat
menampung level minyak setinggi 3 cm agar mesin lebih ergonomis sehingga dapat
meningkatkan kualitas hasil produksi kerupuk udang.