Abstract :
Provinsi Sumatera Selatan terdapat sungai Musi dimana sebagian besar sering terjadi longsoran tebingnya terutama di daerah luar belokan sungai yang terdapat jalan utama. Terutama di sungai Musi Desa Bailangu. Pada saat ini sudah dilakukan perbaikan bangunan struktur di titik longsoran tersebut namun peneliti lebih cenderung untuk melakukan penelitian yang terkait dengan pergerakan aliran pada dasar sungai. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan survey topografi (peta situasi, long section, dan cross section) dan pengambilan sampel material sedimen yang ada disungai serta dilakukan percobaan dengan model fisik di laboratorium dengan harapan didapatkan kondisi real dari prototipe ke model serta menggambarkan fenomena yang terdapat di model fisik sungai bersesuaian denganyang ada di prototype (lapangan) dengan bantuan simulasi di sungai berskala di laboratorium. Kedalaman erosi (de) pada jarak tertentu (x) sangat dipengaruhi olehdebit aliran (Q), hal ini terlihat dari nilai korelasi (R) selama waktu ?running test? 10 menit, 15 menit, 20 menit, 25 menit dan 30 menit yaitu 98,8%; 97,8%; 89,6%; 70,49%; dan 92,5%. Pada saat percobaan selama 25 menit mengalami penurunan prosentase nilai korelasi yaitu hanya 70,49% pengaruh debit aliran (Q) terhadap besarnya kedalaman erosi namun masih dapat dikatakan masih ada pengaruh yangcukup ber korelasi positif (+) dari parameter yang ada.
Kata Kunci : debit, longsoran, sungai aluvial, sedimen, erosi kedalaman