Abstract :
Tebing sungai merupakan bagian terluar dari tepi sungai yang secara terus menerus terkena erosi. Tebing sungai dapat ditemukan pada sungai tua atau sungai yang telah mengalami proses meandering, meandering adalah badan sungai yang berbelok-belok secara teratur dengan arah belokan mencapai setengahlingkaran, meander dibentuk oleh erosi yang terjadi ditepi sungai. Fenomena erositebing sungai terutama dibelokkan sungai sangat menarik untuk diamati dan dilakukan penelitian di laboratorium lapangan (hydraulic model) dengan tujuan dapat diketahui pergerakkan awal dan kondisi terjadinya pengikisan tebing sungai yang sebenarnya di lapangan dengan model fisik skala laboratorium atau ?scale model?. Kedalaman erosi (de) pada jarak tertentu (x) sangat dipengaruhi olehdebit aliran (Q), hal ini terlihat dari nilai korelasi (R) selama waktu ?running test? 10 menit, 15 menit, 20 menit, 25 menit dan 30 menit yaitu 98,7%; 99,8%; 99,1%; 73,1%; dan 84,9%. Pada saat percobaan selama 25 menit mengalami penurunan prosentase nilai korelasi yaitu hanya 73,1% pengaruh debit aliran (Q) terhadap besarnya kedalaman erosi namun masih dapat dikatakan masih ada pengaruh yangcukup ber korelasi positif (+) dari parameter yang ada.
Kata Kunci : Krib, longsoran tebing, meander