Abstract :
Pada era perkembangan teknologi yang semakin maju dan terbaru sangat
mempengaruhi di berbagai bidang terutama di bidang properti atau
manajemen properti. Pada umumnya pihak mengembang dalam mengelolah
database biasanya menggunakan basis data sql yaitu query yang saling
berelasi biasanya menggunakan tabel untuk mneyimpan data dan
mencocokan data tersebut dengan memakai karakteristik umum disetiap
dataset. tapi seiring dengan kemajuan teknologi maka pengembang inggin
menggunakan database NoSQL dalam mengelolah data untuk mengatasi
terjadinya melonjaknya data karena pengelolaan database NoSQL sangat
cocok untuk mengelola database dalam jumlah besar karena NoSQL banyak
diminati karena memilik performa yang tinggi dan bersifat non relasional
sehingga dapat memakai berbagai model data database NoSQL dapat
disimpan dengan menggunakan berbagai data yaitu ada 4 cara Graph-based,
document-oriented, column-oriented dan key value. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa penerapan konsep NoSQL pada perangkat lunak
manajemen properti dapat meningkatkan efisiensi dan kinerja pengelolaan
data properti. Penggunaan basis data NoSQL memungkinkan fleksibilitas
skema, skalabilitas horizontal, kinerja tinggi, dan skalabilitas global. Dengan
demikian, perangkat lunak ini dapat memberikan pengalaman pengguna yang
lebih baik dan meningkatkan efisiensi operasional dalam manajemen
properti