Abstract :
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) adalah salah satu dari 12 fakultas yang ada di Universitas Airlangga. Berdasarkan pada keterangan dari Adi Setijowati, Dra, M.Hum., sebagai Wakil Dekan III FIB, sebagai salah satu fakultas yang akan mengikuti standarisasi perguruan tinggi negeri secara internasional, Fakultas Ilmu Budaya membutuhkan dokumen perencanaan pengembangan teknologi informasi. Selain itu berdasarkan pada misi poin pertama Fakultas Ilmu Budaya, yang ingin menyelenggarakan pendidikan akademik dan vokasional berbasis teknologi pembelajaran modern, maka dibutuhkan pengimplementasian teknologi informasi yang dapat memenuhi tujuan bisnis utama (http://fib.unair.ac.id). Namun masih terdapat masalah dan kendala pada proses pengimplementasian teknologi informasi di Fakultas Ilmu Budaya.
Saat ini sistem pendidikan yang ada di Fakultas Ilmu Budaya masih banyak dijalankan secara manual dan sistem informasi yang ada masih bersifat sektoral. Sehingga sering terjadi masalah dan kendala dalam penerapan teknologi informasi, antara lain: kehilangan data, seperti hilangnya nilai ujian mahasiswa, dan kesalahan pengambilan keputusan pada proses registrasi mahasiswa. Termasuk tidak adanya rahasia (privasi) pada salah satu sistem informasi yang ada seperti website yang dapat diakses oleh sembarang orang, tanpa melalui proses login terlebih dahulu, untuk mengetahui data rahasia mahasiswa Universitas Airlangga seperti alamat mahasiswa.
Untuk mengatasi permasalahan yang ada, maka perlu dilakukan audit pengembangan teknologi informasi FIB. Audit pengembangan teknologi informasi mengacu pada standar Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT) 4.1. Standar COBIT digunakan karena mempunyai kompromi yang cukup baik dalam keluasan cakupan pengelolaan dan kedetailan proses-prosesnya serta COBIT merupakan panduan yang paling lengkap dari praktik-praktik terbaik untuk manajemen TI.
Penelitian pada FIB menghasilkan temuan, yaitu: (i)FIB memiliki tingkat kematangan 0.255 di bawah standar internasional (standar nilai-nilai proses IT di ISACA) yaitu berada di bawah 2 padahal standar internasional mempunyai nilai maturity level antara 2-3. Hal ini menunjukkan bahwa FIB belum menerapkan manajemen TI secara benar. (ii) Analisa control objective domain Acquire & Implement menunjukkan bahwa AI1 sampai dengan AI4 mempunyai assessment yang rendah yaitu tidak lebih dari 1 (satu), Namun, memiliki nilai kepentingan yang tinggi terhadap proses bisnis yang ada dalam organisasi, sehingga proses-proses yang berkaitan dengan domain tersebut perlu untuk terus diperhatikan.