Abstract :
Pada saat krisis melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997-an, usaha kecil lebih mendominasi pergerkan roda perekonomia bangsa dibandingkan dengan usaha besar. Namun pada dari tahun ke tahun jumlah usaha kecil mengalami peningkatan jumlah, sebab menurut survey pada 2003 jumlah usaha kecil paling tidak ditaksir bertambah dengan pesat menjadi 42.607.738 unit usaha. Bertambahnya jumlah usaha kecil menunjukkan semakin memburuknya kinerja usaha kecil, sebab pertambahan jumlah usaha kecil tersebut menandakan bahwa tidak adanya kemajuan usaha yang dikelolanya.
Hal ini dapat di nilai dari parameter-parameter yang menjadi tolak ukur dari semakin menurunnya usaha kecil di Indonesia yang mencakup beberapa hal diantaranya menurut data survey adalah menurunnya omzet (pendapatan per jenis usaha kecil) yang berkisar antara 30% sampai 45% secara terus menerus, menurunnya total produktivitas usaha kecil yang berkisar antara 5.000.000 sampai dengan 10.000.000. Padahal seharusnya dengan perbaikan ekonomi skala usaha kecil jumlah usaha kecil semestinya semakin meningkat menuju usaha menengah atau usaha besar, namun jumlah usaha menengah ataupun usaha besar tidak mengalami peningkatan.
Oleh sebab itu, perlu kiranya pihak?pihak terkait seperti pemerintah turun tangan membantu usaha kecil dalam pemberian kredit investasi (modal). Karenanya, perlu dirancang suatu sistem yang dapat memberikan gambaran model kelayakan suatu usaha kecil dengan melihat aspek finansialnya agar lebih fleksibel. Dengan mencoba menerapkan metode fuzzy logic diharapkan dapat membantu memberikan ketetapan kriteria kelayakan pemberian kredit serta memberikan sebuah konsep yang memetakan suatu variabel pada kemungkinan yang tidak eksak sehingga dapat menangani sistem linguistik atau permasalahan-permasalahan yang tidak pasti.