Abstract :
Dengan menurunnya minat masyarakat terhadap jasa taksi, menyebabkan 2 elemen yang berhubungan dengan jasa layanan taksi mengalami dampak yang sangat signifikan. Elemen tersebut adalah Pengusaha Taksi dan Pengemudi Taksi.
Dari sisi operator taksi dengan kenaikan biaya bensin menyebabkan biaya operasional taksi semakin melambung tinggi. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi, pengemudi banyak yang melakukan tindakan yang menyimpang dari aturan yang dibuat. Tindakan tersebut adalah menjalankan taksi tanpa menghidupkan argometer. Untuk mengontrol pengemudi taksi tersebut selama ini para operator taksi kebanyakkan mengontrol dengan menerjunkan langsung petugas di lapangan.
Dengan adanya sistem pengindentifikasian ini tingkat pencurian pada argometer dapat ditekan seminimal mungkin sehingga pihak manajemen perusahaan dapat mengetahui adanya pencurian argometer dengan cepat dan dapat mengambil tindakan guna menanggulangi adanya kecurangan yang dilakukan sopir.
Dengan menggunakan Standart Effisiensi aplikasi "Rancang Bangun Pengindentifikasi Pencurian Argometer Pada Jasa Transportasi Taksi menggunakan Parameter Standart Effisiensi" telah ditempuh/diuji coba dengan menggunakan data dari perusahaan taksi sehingga diperoleh hasil 45% sopir melakukan kecurangan.