Abstract :
Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis indikasi terjadinya fraud laporan
keuangan dengan menggunakan teori fraud triangle, yang tediri dari pressure,
opportunity, dan rationalization. Variabel pressure diukur dengan menggunakan
financial, external pressure, personal financial need, dan financial targets,
variabel opportunity diukur dengan menggunakan nature of industry dan
ineffective monitoring, dan variable rationalization diukur dengan menggunakan
variabel dummy, nilai satu untuk perusahaan yang mengganti penggunaan auditor
eksternalnya untuk setiap tahunnya, dan nilai nol untuk yang tidak. Variabel
dependen, fraud diukur dengan menggunakan perhitungan Beneish M-Score yang
kemudian diukur dengan menggunakan variable dummy, nilai satu untuk yang
memiliki hasil lebih besar dari -2.22 dan terindikasi melakukan fraud dan nilai nol
untuk yang memiliki hasil kurang dari -2.22 dan tidak terindikasi melakukan
fraud.
Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive
sampling dan sampel penelitian ini adalah 68 perusahaan go public non
perbankan dan jasa keuangan yang memiliki total aset tertinggi untuk setiap sub
sektornya periode 2012-2015. Analisis penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan analisis regresi logistik dan menggunakan software SPSS 23.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa financial stability berpeluang
untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya fraud laporan keuangan, sedangkan
variabel external pressure, personal financial needs, financial targets, nature of
industry, ineffective monitoring, dan audior change tidak memiliki pengaruh
terhadap fraud laporan keuangan. Kata Kunci: Fraud laporan keuangan, opportunity, pressure, rationalization, financial stability, external pressure, personal financial needs, financial targets, nature of industry, ineffective monitoring, audior change.