Abstract :
Praktek manajemen lingkungan jika dimanfaatkan dengan baik dapat membantu
perusahaan dalam mencapai kinerja yang baik. Saat ini, isu lingkungan menjadi agenda
yang harus dijalankan oleh setiap elemen masyarakat tidak terkecuali pelaku bisnis.
Riset ini meninjau sejauh mana praktek manajemen lingkungan di perusahaan
manufaktur, pertambangan dan pertanian dan menguji dampaknya terhadap kinerja
keuangan. Praktek manajemen lingkungan diukur dengan menggunakan content
analysis terkait pengungkapan manajemen energi, manajemen air, manajemen limbah,
manajemen bahan baku, emisi terhadap udara, air dan tanah, dan manajemen
biodiversitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen energi, air, bahan baku
dan emisi tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Manajemen limbah terbukti
berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan sedangkan manajemen
keanekaragaman hayati berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. Riset ini
menemukan rendahnya tingkat pengungkapan untuk seluruh elemen praktek
manajemen lingkungan. Temuan ini menjadi bukti bahwa praktek bisnis yang ramah
lingkungan belum populer diperusahan sampel sehingga diperlukan dorongan lebih
tidak hanya dari regulasi tapijuga dari standar akuntansi. Agar praktek bisnis hijau data
terdata dengan baik, dapat di monetize dan dirangkum dalam laporan keuangan.
Adanya dua dorongan dari pemerintah dan standar akuntansi diharapkan dapat
mempercepat implementasi green bisnis di Indonesia.
Kata kunci: Praktik manajemen lingkungan, energi, air, limbah, bahan baku, emisi, manajemen biodiversitas, profitabilitas.