Abstract :
Perkembangan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dalam 6 (enam)
tahun terakhir ini cukup baik. Namun ada hal yang patut diwaspadai, yaitu
perkembangan Non-Performing Financing (NPF) yang terus membesar melabihi
batas toloreansi kesehatan bank yaitu diatas 7%, Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi NPF pada BPRS di Indonesia.
Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah inflasi, BI-Rate,
Kurs, Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing To Deposit Ratio (FDR) dan
Kebijakan Pembiayaan. Kebijakan Pembiayaan diukur melalui Rasio Pembiayaan
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap Total Pembiayaan BPRS.
Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif kuantitatif, yaitu untuk menggambarkan sebagaimana adanya kondisikondisi,
masalah, keadaan, dan fakta-fakta yang terjadi pada objek penelitian.
Objek penelitian adalah seluruh BPRS di Indonesia dengan periode penelitian dari
bulan Januari 2013 sampai dengan September 2018. Metode penelitian
menggunakan metode Regresi Linier Berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inflasi berpengaruh negatif
signifikan terhadap NPF, Kurs berpengaruh positif signifikan terhadap NPF, FDR
berpengaruh positif terhadap NPF dan Rasio UMKM berpengaruh negatif
terhadap NPF. Sedangkan BI-Rate dan CAR tidak berpengaruh kepada NPF.
Secara simultan, Inflasi, BI-rate, Kurs, CAR, FDR dan Rasio UMKM
berpengaruh signifikan terhadap NPF BPRS di Indonesia.
Kata Kunci : BI-Rate, Kurs, Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing To
Deposit Ratio (FDR), Rasio Pembiayaan UMKM dan Non-
Performing Financing (NPF).