Abstract :
Pengadaan barang/jasa dapat dikatakan sebagai bagian core (inti) dari
strategi korporat perusahaan yang didalamnya terdiri atas beberapa tahap, dimulai
dari merencanakan sampai pada tahap membayar tagihan. Pada proses pelaksanaan
pengadaan barang dan jasa khususnya dalam proses pengadaan melalui sistem
lelang atau seleksi untuk barang dan jasa sering berpotensi timbulnya risiko-risiko
yang dapat berdampak pada hasil pengadaan. Peneliti berpandangan menurut sudut
pandang proses bahwa dalam praktek pengadaan barang dan jasa mengandung
risiko dalam setiap lini prosesnya sehingga diperlukan mitigasi risiko (tindakan
untuk mengurangi dampak negatif) terhadap kegiatan yang berpotensi terjadi risiko
di dalamnya khususnya risiko operasional. Dalam COSO ERM (2013) manajemen
risiko adalah sebuah mekanisme yang dipengaruhi oleh para Board of Directors
(BoD), manajemen dan personel lainnya, yang diterapkan terkait pengaturan
strategi di seluruh lini perusahaan. Risiko operasional adalah risiko yang
berhubungan dengan kegiatan operasi dalam perusahaan, termasuk di dalamnya
risiko dalam menjalankan proses pengadaan barang/jasa.
Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan terkait karakteristik evaluasi
dokumen penawaran menggunakan sistem nilai dan sistem gugur terkait penentuan
pemenang pada suatu pengadaan barang/jasa (pelelangan/seleksi) dan menentukan
hal-hal yang berpengaruh dalam sistem nilai terkait proses penetapan pemenang
pengadaan barang/jasa (lelang/seleksi) melalui mekanisme Analytical Hierarchy
Process (AHP) sebagai mitigasi pada risiko operasional. Metode analisis data yang
digunakan adalah metode Deskriptif Kuantitatif dan Kualitatif. Data primer diolah
kemudian disimulasi menggunakan alat bantu berupa software AHP Expert
Choice. Tahap Analisis menggunakan AHP dalam studi ini dimulai dengan
identifikasi faktor untuk menjadi pemenang pengadaan dari metode sistem nilai
ataupun sistem gugur kemudian dilakukan dengan menyusun hirarki unsur
penilaian pengadaan.
Kesimpulan dari penelitian ini disimpulkan bahwa sistem nilai lebih unggul
dibanding sistem gugur dalam semua hal yang menjadi variabel perbandingan.
Evaluasi dokumen penawaran pengadaan barang dan jasa menggunakan sistem
nilai dinilai lebih baik dalam penentuan pemenang pengadaan barang dan jasa di
Perusahaan yang menjadi tempat penelitian. Faktor dominan yang mempengaruhi
sistem nilai pada penentuan pemenang pengadaan barang/jasa dengan pendekatan
Analytical Hierarchy Process (AHP) meliputi faktor keuangan (38,2%) yang
terdiri dari dukungan bank dan sisa kemampuan keuangan, faktor teknis teknis
(26,3%) dan administrasi (13,8%), Pernyataan Minat (8,3%), Pakta Integritas
(7,7%) dan Kualifikasi (5,7%) dengan nilai Inconsistensy Ratio sebesar 0.05.
Sehingga dapat diartikan bahwa mitigasi potensi risiko operasional yang dapat
terjadi dalam evaluasi penawaran pengadaan barang/jasa di Perusahaan yang
diteliti dapat diminimalisir dengan memperhatikan faktor keuangan sebagai aspek
terpenting.
Kata Kunci: Pengadaan Barang dan Jasa, Risiko Operasional, Evaluasi
Penawaran, Manajemen Risiko