Abstract :
Kinerja keuangan Bank identik dengan rasio kecukupan modal,
likuiditas dan rentabilitas yang selalu digunakan dalam pengukuran kinerja
Bank. Selain ketiga faktor tersebut faktor lain yang dapat mempengaruhi
kinerja Bank juga besarnya kredit atau pembiayaan bermasalah (Non
Performing Loan (NPL) atau Non Performing Financing (NPF) untuk
Bank Syariah.
Analisis terdahulu memaparkan bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi penyaluran dana dalam pertumbuhan pembiayaan adalah
Dana Pihak Ketiga (DPK) selain NPF. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh
penelitian terdahulu dan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar
faktor-faktor tersebut berpengaruh terhadap penyaluran dana dalam
pertumbuhan pembiayaan Bank Syariah dan menambahkan indikator
kinerja keuangan lainnya seperti Capital Adequacy Ratio (CAR), Return
On Assets (ROA), Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Operating
Expenses to Operations Revenue (BOPO).
Penelitian ini menggunakan Perbankan Syariah (Bank Umum
Syariah dan Unit Usaha Syariah) secara keseluruhan sebagai satu unit
obyek penelitian, dengan periode penelitian dari tahun 2011?2016. Teknik
analisis statistik yang digunakan adalah Uji Regresi Linear Berganda dan
alat analisis yang digunakan adalah SPSS.
Berdasarkan penelitian ini secara parsial CAR dan BOPO
berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan pembiayaan
sedangkan ROA, NPF dan FDR berpengaruh negatif dan signifikan
terhadap pertumbuhan pembiayaan. Sedangkan secara simultan CAR,
ROA, NPF, FDR dan BOPO berpengaruh signifikan terhadap
pertumbuhan pembiayaan pada Bank Syariah di Indonesia.
Kata Kunci : Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Assets (ROA),
Non Performing Financing (NPF), Financing to Deposit
Ratio (FDR) dan Operating Expenses to Operations
Revenue (BOPO).