Abstract :
Penelitian tentang obligasi dirasakan masih terbatas dibandingkan penelitian mengenai
saham di Indonesia. Obligasi bisa menjadi salah satu jenis aset yang cukup menarik, karena
obligasi mampu memberikan pendapatan tetap bagi investor yang kurang menyukai risiko dan
bisa dijadikan alternatif investasi selain saham. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1)
Pengaruh tingkat bunga acuan Bank Indonesia, (2) Tingkat inflasi, (3) Waktu jatuh tempo
(maturity), dan (4) Peringkat obligasi terhadap Yield to Maturity Obligasi korporasi yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder. Teknik pengumpulan data
menggunakan teknik dokumentasi yang dipublikaskan oleh Bursa Efek Indonesia periode 2015-
2017. Populasi dalam penelitian ini adalah semua obligasi korporasi perbankan yang listed
diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2017.
Metode yang digunakan untuk menentukan sampel adalah dengan metode purposive sampling
yaitu metode pemilihan sampel dengan kriteria tertentu maka jumlah sampel adalah sebanyak 70
obligasi. Data penelitian merupakan data sekunder diperoleh dari Kustodian Sentral Efek
Indonesia (KSEI) tahun 2015 sampai dengan tahun 2017. Pengujian hipotesis penelitian
digunakan teknik analisis regresi linier berganda dengan alat bantu aplikasi SPSS versi 24.0 edisi
2017.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Suku bunga acuan Bank Indonesia
berpengaruh positif terhadap yield to maturity obligasi. (2) Tingkat Inflasi tidak berpengaruh
terhadap yield to maturity obligasi. (3) Waktu jatuh tempo (maturity) berpengaruh positif
terhadap yield to maturity obligasi dan (4) Peringkat obligasi berpengaruh negatif terhadap yield
to maturity obligasi.
Kata Kunci : Suku Bunga Acuan Bank Indonesia, Tingkat Inflasi, Waktu Jatuh Tempo
(maturity), Peringkat Obligasi dan Yield to Maturity.