Abstract :
Perataan laba merupakan tindakan manajemen dalam mengurangi tingkat
laba yang berfluktuasi agar dapat mencapai tingkatan laba tertentu yang
diinginkan dengan cara meningkatkan atau menurunkan laba yang akan
dilaporkan. Dalam perbankan salah satu cara perataan laba adalah dengan
memanfaatkan beban Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Bank Umum Syariah
(BUS) di Indonesia melakukan perataan laba melalui praktik manipulasi jumlah
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) beserta menganalisis faktor-faktor
yang mempengaruhinya. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini
adalah cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sedangkan variabel
independen yang digunakan adalah ukuran perusahaan (SIZE),
profitabilitas/Earning Before Tax and Provision (EBTP), total pembiayaan/Total
Financing (TF), risiko kredit/Non-Performing Finance (NPF) dan kepemilikan
institusional (KI).
Objek dalam penelitian ini adalah Bank Umum Syariah (BUS) yang
terdaftar di Bank Indonesia tahun 2015-2017, pemilihan sampel menggunakan
metode purposive sampling dan diperoleh 8 Bank Umum Syariah (BUS) sebagai
sampel. Koefisien Eckel digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi praktik
perataan laba. Selanjutnya dilakukan statistik diskriptif, dan analisis regresi untuk
menguji masing-masing hipotesis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Umum Syariah (BUS)
melakukan manajemen laba dengan praktik perataan laba. Selanjutnya variabel
independen EBTP, TF, NPF, dan KI secara signifikan berpengaruh positif
terhadap variabel dependen, sedangkan variabel independen ukuran perusahaan
(SIZE) tidak berpengaruh terhadap varabel dependen.
Kata Kunci: Cadangan Kerugian Penurunan Nilai, Bank Umum Syariah, Perataan
Laba, Indeks Eckel, Regresi