Abstract :
Sejak berdirinya Bank Syariah pertama di Indonesia tahun 1992, Indonesia
resmi menganut dual banking system. Hadirnya perbankan syariah di Indonesia
memberikan alternatif jasa perbankan kepada masyarakat Indonesia yang
mayoritas penduduknya muslim. Untuk bertahan dan berkembang dalam dual
banking system, bank syariah yang menerapkan prinsip bagi hasil harus
menghadapi tantangan bersaing dengan bank konvensional yang menerapkan
sistem suku bunga. Kondisi ini yang membuat bank syariah menghadapi risiko
yang disebut Displaced Commercial Risk. Karena alasan tersbut, penelitian ini
bermaksud menguji variabel BI Rate, Inflation Rate, Profitabilitas dan Likuiditas
terhadap simpanan dana syirkah temporer yaitu tabungan mudharabah dan
deposito mudharabah dengan rate of return sebagai variabel intervening.
Penelitian ini menggunakan sampel data sekunder laporan keuangan
kuartalan Bank Umum Syariah di Indonesia tahun 2011 s/d 2017. Sampel dipilih
dengan menggunakan metode purposive sampling. Dari 308 data tersedia diperoleh
249 data yang memenuhi syarat.
Metode statistik yang digunakan adalah path analysis. Hasil analisis
menemukan bahwa BI rate berpengaruh positif signifikan terhadap rate of return
tabungan mudharabah namun tidak berpengaruh terhadap rate of return deposito
mudharabah. BI rate juga secara langsung tidak berpengaruh terhadap jumlah
tabungan dan deposito mudharabah namun berpengaruh secara tidak langsung
terhadap jumlah tabungan mudharabah melalui rate of return tabungan
mudharabah. Hasil ini menyimpulkan bahwa DCR tidak dihadapi oleh produk
dana syirkah temporer pada BUS di Indonesia di tahun penelitian.
Kata Kunci : DCR, dana syirkah temporer, tabungan mudharabah, deposito
mudharabah, rate of return, profitabilitas, likuiditas