Abstract :
Dalam pembangunan apartemen dibutuhkan biaya investasi yang sangat besar,
oleh karena itu, untuk menghindari resiko kerugian atas investasi yang akan
dikeluarkan, bagi para pihak baik developer, investor ataupun perbankan sebagai
kreditur harus melakukan kajian yang mendalam atas rencana tersebut, salah satunya
berupa kajian kelayakan investasi.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui layak atau tidaknya investasi
dilaksanakan. Penelitian kelayakan investasi pembangunan Apartemen di Kawasan
Pendidikan Jatinangor dilakukan terhadap aspek teknis, aspek pasar, dan aspek
keuangan. Untuk menganalisis aspek teknis dilakukan survey langsung di lapangan,
metode yang dipakai adalah pengamatan kawasan sekitar dan mencari informasi
terkait regulasi peruntukan yang berlaku ke dinas tatakota. Metode yang digunakan
untuk menganalisis aspek pasar adalah dengan penentuan konfigurasi produk yang
sesuai dipasar melalui segmentasi produk menggunakan skala nominal dan
positioning harga yang menggunakan metode korelasi sederhana. Dan untuk aspek
keuangan digunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR),
Profitability Index (PI) dan Payback Period (PP).
Hasil Penelitian secara Teknik berdasarkan regulasi dan kawasan disekitar
layak dan sesuai dikembangkan untuk menjadi Apartemen dengan ketinggian
maksimum bangunan mencapai setinggi 90 meter. Secara pasar dapat diketahui
bahwa harga jual rata-rata sekitar 15 juta/m2 dan tingkat penjualan sebulan mampu
mencapai ± 30 unit. Dan secara keuangan menunjukkan bahwa proyek/investasi ini
layak dilaksanakan dengan memperoleh NPV = Rp.32.534.060.000,-, IRR = 16,36%,
PI=1,09 dan Payback Period selama = 4,2 tahun. Sedangkan pada analisa sensitivitas
diketahui batas maksimal harga tanah yang layak adalah sebesar Rp.10.400.000,- atau
naik sebesar 30%, harga jual apartemen minimal yang layak adalah sebesar
Rp.14.725.000,- per m2, dan batas maksimal suku bunga pinjaman yang layak adalah
sebesar 23%, dari analisa sensitivitas tersebut dapat diketahui bahwa harga jual paling
berpengaruh/sangat sensitif terhadap kelayakan proyek ini, sedangkan suku bunga
pinjaman tidak terlalu sensitif terhadap kelayakan proyek ini, hal ini disebabkan dari
komposisi sumber pembiayaan pinjaman bank tidak begitu besar, karena sebagian
besar proyek dibiayai dari pre selling.
Kata Kunci : NPV, IRR, PI, PP, dan Sensitivita