Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk meneliti tingkat efisiensi BPD (Bank Pembangunan
Daerah) di Indonesia serta hubungan antara kinerja keuangan dengan tingkat
efisiensi bank. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tingkat efisiensi yang
didapatkan dari analisis efisiensi menggunakan pendekatan non-parametrik yaitu
DEA (Data Envelopment Analysis) dengan model pendekatan VRS (Variable
Return To Scale) serta pendekatan intermediasi.
Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Pembangunan Daerah pada
periode penelitian tahun 2016 dan 2017. Terdapat 3 tahapan dalam penelitian ini
yaitu, pertama menggunakan metode DEA untuk menganalisis kinerja efisiensi,
kedua menganalisis kinerja keuangan menggunakan metode CAEL yang
diproksikan oleh CAR, NPL, ROA, dan LDR. Ketiga adalah menganalisis
menggunakan regresi tobit untuk mengetahui hubungan antara kinerja keuangan
terhadap kinerja efisiensi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kinerja efisiensi BPD selama periode
penelitian belum mencapai efisiensi maksimal (100%) atau dapat dikatakan belum
efisien, hanya terdapat 11 BPD yang mempunyai skor 100% selama dua tahun
berturut-turut pada tahun 2016 dan 2017. Pada kinerja keuangan dengan CAEL,
variabel CAR mengalami kenaikan, NPL mengalami penuruan, ROA mengalami
peningkatan, dan LDR mengalami kenaikan pada periode penelitian. Hubungan
antara kinerja efisiensi dan kinerja keuangan menunjukan bahwa hanya variabel
ROA yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja efisiensi, variabel
CAR, NPL, dan LDR tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja
efisiensi.
Kata Kunci: Efisiensi, CAEL, CAR, NPL, ROA, LDR, Regresi Tobit