Abstract :
Persaingan perbankan yang semakin tinggi memunculkan inovasi-inovasi baru,
salah satunya sistem pembayaran menggunakan teknologi NFC. NFC merupakan
metode sistem yang memungkinkan seseorang melakukan pembayaran
menggunakan sentuhan kartu tanpa password. Penelitian ini berupaya menguji
kembali Intention to use NFC payment dalam konteks kartu kredit. Pada latar
belakang masalah penelitian ini, bagaimana penerimaan konsumen Indonesia
khususnya Jabodetabek terhadap kartu kredit contctless dengan metode sistem
NFC. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain penelitian deskriptif dengan
data empiris yang dikumpulkan melalui survey online sampel pengguna kredit
yang berada di Jabodetabek. Data empiris kemudian diolah menggunakan
pendekatan SEM untuk menguji sejumlah hipotesis yang diajukan.
Hasil dari kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Attitude toward the
use NFC payment terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to
use NFC payment, 2)Perceived Usefulness terbukti berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Attitude toward the use NFC payment, 3) Perceived ease of
use terbukti tidak signifikan terhadap Attitude toward the use NFC payment, 4)
Perceived ease of use terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap
Perceived Usefulness, 5) Personal innovation in information technology terbukti
tidak signifikan terhadap Perceived ease of use, 6) Personal innovation in
information terbukti tidak signifikan terhadap Perceived Usefulness, 7) Personal
innovation in information technology terbukti tidak signifikan terhadap intention
to use NFC payment, 8) Personal innovation in information technology dan tidak
signifikan terhadap Attitude toward the use NFC payment, 9) Individual mobility
terbukti tidak signifikan terhadap Perceived Usefulness, 10) Individual mobility
terbukti tidak signifikan terhadap Attitude toward the use NFC payment, 11)
Individual mobility terbukti tidak signifikan terhadap intention to use NFC
payment, 12) Perceived compatibility terbukti tidak signifikan terhadap Perceived
Usefulness, 13) Perceived compatibility terbukti tidak signifikan terhadap Attitude
toward the use NFC payment, 14) Perceived compatibility terbukti berpengaruh
positif dan signifikan terhadap intention to use NFC payment, 15) Perceived
security terbukti psositif dan signifikan terhadap Attitude toward the use NFC
payment, 16) Perceived security terbukti tidak signifikan terhadap intention to use
NFC payment, 17) Subjective norms use terbukti berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Attitude toward the use NFC payment, 18) Subjective norms
use terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to use NFC
payment.
Kata Kunci : Kartu kredit, NFC, sistem pembayaran, Intention to use, Acceptance
Model