Abstract :
Konservatisme adalah prinsip akuntansi adalah prinsip yang menuntut adanya standar verifikasi yang tinggi dalam mencatat keuntungan dan kerugian. Risiko perbankan merupakan suatu kejadian potensial baik yang dapat diperkirakan maupun tidak diperkirakan yang akan berdampak positif ataupun negatif terhadap pendapatan dan permodalan bank serta merupakan suatu hal yang harus sangat diperhatikan oleh sebuah bank. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari risiko-risiko perbankan terhadap konservatisme akuntansi bank setelah adanya perubahan standar dari GAAP ke IFRS. Risiko-risiko perbankan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas dan risiko operasional. Objek penelitian ini adalah perusahaan bank yang terdatar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009-2013. Pemilihan sampel dalam penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling. Metode statistic yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil dari pengolahan data secara bersama-sama risiko keuangan perbankan memiliki pengaruh terhadap konservatisme akuntansi namun secara parsial menuunjukkan bahwa risiko kredit dan risiko pasar tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap konservatisme, sedangkan risiko likuiditas dan risiko operasional memiliki pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap konservatisme
Kata Kunci: Konservatisme, risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional.