Abstract :
Keputusan terkait struktur modal sangat krusial bagi semua perusahaan karena dapat berdampak secara internal dan eksternal. Salah satu tujuan utama manajer keuangan adalah mengoptimalkan kekayaan perusahaan, terutama dengan memaksimalkan kekayaan para pemegang saham. Untuk mencapai maksimalisasi nilai perusahaan serta meminimalkan beban operasional, seorang manajer harus dapat menetapkan struktur modal yang optimal, sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penetapan struktur modal perusahaan harus dipertimbangkan dengan baik. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu Tangibility, Investment Opportunity Set, Risiko Bisnis, dan Pertumbuhan Penjualan dengan Struktur Modal sebagai variabel dependen. Sampel penelitian diperoleh dengan metode purposive sampling pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 32 perusahaan manufaktur dengan total sample 161 observasi. Metode pada penlitian ini adalah metode kuantitatif dan data yang digunakan berasal dari laporan keuangan perusahaan yang diakses melalui Bursa Efek Indonesia. Data diolah menggunakan E-views 12 dengan teknik analisis regresi linier berganda dengan model penelitian fixed effect model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangibility dan pertumbuhan penjualan berpengaruh negatif terhadap struktur modal, Investment Opportunity Set dan Risiko Bisnis berpengaruh positif terhadap struktur modal. aset yang dapat dijaminkan kurang menjadi pertimbangan utama dalam keputusan struktur modal. Manajer perlu memperhatikan faktor-faktor lain seperti likuiditas dan risiko pasar.