Abstract :
Tahap awal yang biasanya dialami oleh perusahaan sebelum terjadinya
kebangkrutan adalah terjadinya masalah kesulitan keuangan (financial distress),
maka perlu dilakukannya analisis rasio keuangan yang bertujuan untuk meprediksi
kondisi financial distress. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh
dari masing-masing variabel independen yang digunakan current ratio, debt to
equity ratio debt to assets ratio, return on assets, dan total assets turnover
terhadap financial distress pada perusahaan sub sektor transportasi yang terdaftar
dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020q1-2022q4. Data yang digunakan
adalah data sekunder yang diunduh dari website Bursa Efek Indonesia (BEI) dan
website resmi perusahaan pada sampel penelitian.
Populasi dalam penelitian ini merupakan perusahaan sub sektor
transportasi
yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020q1-2022q4 yang
sudah diseleksi berdasarkan kriteria yang ditentukan. Sampel yang digunakan
dalam penelitian ini berjumlah 10 perusahaan sub sektor transportasi. Analisis
regresi logistik digunakan pada penelitian ini untuk menguji hipotesis masingmasing
variabel yang digunakan.
Hasil pengujian menunjukan bahwa variabel current ratio, return on assets
dan total assets turnover memberikan pengaruh negatif dan signifikan terhadap
financial distress, dan variabel debt to assets ratio memberikan pengaruh positif
dan signifikan terhadap financial distress, sedangkan debt to equity ratio, tidak berpengaruh terhadap financial distress.