Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
RETU, Fransiskus Aprilius Gole
Subject
170 Etika
Datestamp
2023-07-22 00:09:22
Abstract :
Penelitian bertujuan untuk mempresentasikan relevansi keugaharian
(temperantia) sebagai sebuah keutamaan etis dalam menghadapi konsumerisme di
zaman modern. Dalam mewujudkan tujuan ini, penelitian ini pun
mempresentasikan gambaran umum mengenai konsumerisme di zaman modern dan
mempresentasikan keugaharian sebagai keutamaan etis menurut pandangan
Thomas Aquinas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode
penelitian kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan di
mana penulis mengumpulkan bahan tulisan yang berkaitan dengan tema kajian
penelitian ini seperti, buku-buku, jurnal ilmiah, dan berbagai sumber lainnya.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa konsumerisme merupakan
realita yang hadir sejak lahirnya industrialisasi di Eropa dan Amerika Serikat.
Konsumerisme hadir dan mempengaruhi perilaku konsumsi seseorang. Di zaman
modern, konsumerisme mengalami perkembangan yang begitu pesat.
Perkembangan konsumerisme ini tidak terlepas dari pengaruh berbagai
perkembangan dan kemajuan yang terjadi di zaman modern ini. Secara khusus
perkembangan konsumerisme ini tidak terlepas dari pengaruh perkembangan
teknologi, pengaruh iklan, yang kemudian melahirkan pemahaman tentang hyper-
realitas. Konsumerisme menjadi tak terelakkan sebab konsumerisme berhubungan
dengan aspek natural manusia yakni konsumsi dalam rangka memenuhi
kebutuhannya.
konsumerisme yang berkembang pesat di zaman modern ini tentu membawa
dampak bagi manusia terutama dampak negatif. Oleh karena itu, penelitian ini
menghadirkan keugaharian sebagai sebuah keutamaan yang mampu
mengendalikan kecenderungan manusia untuk berperilaku konsumtif. Penelitian ini
kemudian memperoleh kesimpulan bahwa keugaharian sebagai sebuah keutamaan
menurut Thomas Aquinas relevan terhadap permasalahan konsumerisme di zaman
modern ini. Relevansi keugaharian sebagai sebuah keutamaan terhadap
konsumerisme ini dapat dilihat dalam empat hal berikut. (1) Keugaharian
mengendalikan manusia dari kecenderungannya untuk memperoleh berbagai
macam kenikmatan termasuk kenikmatan yang dapat diperoleh lewat konsumsi
yang berlebihan. (2) Keugaharian sebagai sebuah keutamaan merupakan sikap tetap
atau disposisi yang diperoleh lewat pembiasaan diri. Disposisi tetap ini
memampukan seseorang untuk tidak mudah dipengaruhi oleh berbagai faktor luar
yang dapat melahirkan perilaku konsumtif seperti pengaruh perkembangan
teknologi dan berbagai tawaran iklan. (3) Keugaharian berhubungan erat dengan
pertimbangan kebijaksanaan praktis yang menuntut adanya refleksi atas
pengalaman nyata, sehingga keugaharian akan senantiasa relevan di berbagai
zaman karena bertumpu pada kebijaksanaan praktis yang selalu aktual. (4)
Keugaharian menghasilkan pembebasan yang memampukan seseorang untuk
keluar dari penjara konsumerisme yang menjadi salah satu dampak negatif dari
konsumerisme.