Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kritik atas ambivalensi agama sebagai
sumber toleransi dan intoleransi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, objek yang diteliti
adalah ambivalensi agama sebagai sumber toleransi dan intoleransi. Sumber utama diperoleh dari
buku-buku, artikel jurnal, internet dan dokumen gereja, yang berhubungan dengan ambivalensi
agama sebagai sumber toleransi dan intoleransi.
Agama sebagai sistem kebudayaan, pada dasarnya tidak pernah eksis dalam bentuknya
yang murni, melainkan bahwa agama selalu terpaut dengan kebudayaan. Karena agama merupakan
sistem kebudayaan maka tulisan ini memfokuskan pada (1) agama sebagai sistem kebudayaan,
sebuah upaya manusia dalam membangun dunia, (2) relevansi ambivalensi agama bagi ide
toleransi dan tindakan intoleransi.
Karena agama merupakan fenomena yang ambivalen, maka penulis mempromosikan etika
derita sebagai tolak ukur untuk menilai kehadiran agama-agama sejauh mereka terlibat dalam
kehidupan masyarakat dan politik. Pertanyaan mendasar yang perlu digarap adalah sejauh mana
agama-agama menunjang usaha membebaskan manusia dari derita atau sebaliknya agama-agama
menghambat usaha-usaha seperti itu?