Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
JAGO, Arnoldus Jansen De Vauster
Subject
240 Moral Kristen dan teologi peribadatan
Datestamp
2023-07-11 04:02:09
Abstract :
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk: pertama, mendeskripsikan media
periklanan sebagai salah satu media yang berperan sebagai pemberi informasi kepada
konsumen terkait produk yang ditawarkan, serta menjelaskan praktik komersialisasi
tubuh perempuan yang terjadi dalam media periklanan. Kedua, menjelaskan makna
esensial konsep Teologi Tubuh Yohanes Paulus II dalam meninjau fenomena
komersialisasi tubuh perempuan melalui media periklanan.
Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode deskriptif-
kualitatif. Penulis mengkaji dan mendalami pelbagai sumber yang berhubungan
dengan tema tulisan ini. Sumber-sumber antara lain buku-buku, jurnal, skripsi, artikel
ilmiah, dokumen Gereja dan sumber dari internet.
Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa, 1) Media periklanan
mempunyai pengaruh yang cukup kuat dalam dunia bisnis modern. Pasalnya, media
periklanan berperan untuk mempromosikan atau memperkenalkan suatu produk
kepada konsumen. Penekanan utama iklan adalah akses informasi dan promosi dari
pihak produsen kepada konsumen. Dalam perkembangan selanjutnya, iklan kemudian
ditunggangi oleh ideologi kapitalisme, dengan mereduksi pelbagai hal termasuk
menempatkan tubuh perempuan dan seksualitasnya sebagai produk yang bisa
dikomodifikasi menjadi barang (komoditi) yang dapat diperjualbelikan. 2) Dalam
konteks media periklanan, tubuh perempuan dikonstruksi sebagai objek penada dari
produk yang ditawarkan. Citra tubuh perempuan yang dikonstruksi oleh media
periklanan akan memengaruhi khalayak dalam menentukan pilihan terhadap produk
yang dihasilkan. Maka di sinilah, nilai atau makna tubuh perempuan telah direduksi
menjadi komoditas yang memiliki nilai jual, sehingga makna atau nilai tubuh seorang
perempuan dalam konteks media periklanan telah mengalami pergeseran yang cukup
signifikan. 3) Dalam menyikapi fenomena tersebut, paus Yohanes Paulus II hadir
dengan gagasan teologi tubuh yang berusaha menentang praktik atau tindakan
komersialisasi tubuh perempuan melalui media periklanan. Konsep teologi tubuh
Yohanes Paulus berusaha menyuarakan dan sekaligus mengajak umat manusia agar
kembali merefleksikan tentang makna tubuh yang sesungguhnya. Ajakan paus terarah
pada kisah awal penciptaan manusia untuk menemukan arah yang jelas tentang makna
tubuh yang otentik. Ada tiga hal yang ditegaskan oleh paus Yohanes Paulus II untuk
menghindari perendahan nilai tubuh dalam media periklanan. Pertama, tubuh
perempuan yang bersifat simbolis dan teologis, Kedua, tubuh perempuan sebagai
model transfigurasi, bukan objek reproduksi. Ketiga, tubuh perempuan
mengungkapkan makna nupsial.