Abstract :
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan cita-cita luhur Ki Hajar Dewantara
untuk membangun bangsa Indonesia melalui filosofi pendidikannya, (2) mendeskripsikan
tentang apa itu pendidikan karakter remaja, (3) menjelaskan filosofi pendidikan Ki Hajar
Dewantara ?Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tutwuri Handayani? dan
implikasinya bagi pendidikan karakter remaja di Indonesia.
Dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini, penulis menggunakan metode deskriptif
analisis. Melalui metode ini, penulis membaca dan menganalisis secara mendalam problem
pendidikan karakter remaja di Indonesia dan mengkajinya dengan filosofi pendidikan Ki Hajar
Dewantara sebagai instrumen untuk membentuk karakter generasi penerus bangsa. Ki Hajar
Dewantara adalah pejuang bangsa yang mempunyai andil besar dalam dunia pendidikan di
Indonesia. Khazanah berpikir kritis Ki Hajar Dewantara yang tranformatif tampak dalam upaya
dan perjuangannya dalam mendirikan sekolah pertama di Indonesia, yakni Taman Siswa. Visi dan
konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara masih sangat relevan untuk pembentukan pendidikan
karakter remaja di Indonesia.
Pendidikan sejatinya bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik sebagai generasi
penerus bangsa. Pendidikan dan pembentukan karakter sangat erat kaitannya dan harus dikelola
secara baik agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Melihat realitas pendidikan dan kualitas
karakter remaja saat ini yang cenderung melakukan aksi-aksi kekerasan, tawuran, dan tindakan
menyimpang lainnya, perlu diupayakan sebuah proses penyadaran bagi remaja lewat
pembentukan karakter. Pembentukan karakter sangat penting dan bernilai bagi peserta didik dan
peradaban masyarakat suatu bangsa. Hal ini sejalan dengan filosofi pendidikan Ki Hajar
Dewantara ? Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tutwuri Handayani? yang
merupakan warisan luhur yang patut dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan pendidikan
karakter di Indonesia. Pendidikan karakter peserta didik perlu melibatkan peranan keluarga,
sekolah, dan masyarakat, yang di sebuat oleh Ki Hajar Dewantara sebagai tri pusat pendidikan.
Konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara menampilkan kekhasan nilai-nilai tradisional Indonesia,
yang mengarahkan peserta didik pada pengenalan akan budaya bangsa, sehingga peserta didik
dapat menghayati nilai-nilai luhur kebudayaan dalam dirinya sebagai generasi penerus bangsa
yang memiliki integritas diri dan karakter yang baik.